Once upon a time, there lived a girl called Cinderella. She was happy live with her father and mother. Until her mother died and her father had married
a widow with two daughters. Her stepmother didn’t like her
one little bit. But, for the poor unhappy girl, there was nothing at
all. Her stepmother has two daughters and they were very bossy. No rest and no comfort. She had
to work hard all day. Only when evening came was she allowed to sit for a
while near the fire, feel the warmth. That’s why everybody called her
Cinderella and she
become famous in their town .
Cinderella used to spend long hours all
alone talking to the cat. The cat always said, “Miaow“, which really meant,
“Cheer up! You have something neither of your stepsisters has and that is
beauty.” It was quite true. Cinderella, even dressed in old rags, was a lovely
girl. While her stepsisters, no matter how splendid and elegant their clothes,
were still clumsy, lumpy and ugly and always would be.
One day, beautiful new dresses arrived at
the house. A ball was to be held at the palace and the stepsisters were getting
ready to go. Cinderella didn’t even dare ask if she could go too. She knew very
well what the answer would be: “You? You’re staying at home to wash the dishes,
scrub the floors and turn down the beds for your stepsisters.” They will come
home tired and very sleepy. Cinderella sighed, “Oh dear, I’m so unhappy!” and
the cat murmured “Miaow.”
Suddenly something amazing happened. As
Cinderella was sitting all alone, there was a burst of light and a fairy
appeared. “Don’t be alarmed, Cinderella,” said the fairy. “I know you would
love to go to the ball. And so you shall!” “How can I, dressed in rags?”
Cinderella replied.
The fairy smiled. With a flick of her
magic wand Cinderella found herself wearing the most beautiful dress she had
ever seen. “Now for your coach,” said the fairy; “A real lady would never go to
a ball on foot! Quick! Get me a pumpkin!” “Oh of course,” said Cinderella,
rushing away. Then the fairy turned to the cat. “You, bring me seven mice, and,
remember they must be alive!”
Cinderella soon returned with the pumpkin
and the cat with seven mice he had caught in the cellar. With a flick of the
magic wand the pumpkin turned into a sparkling coach and the mice became six
white horses, while the seventh mouse turned into a coachman in a smart uniform
and carrying a whip. Cinderella could hardly believe her eyes.
“You shall go to the ball Cinderella. But
remember! You must leave at midnight. That is when my spell ends. Your coach
will turn back into a pumpkin and the horses will become mice again. You will
be dressed in rags and wearing clogs instead of these glass slippers! Do you
understand?” Cinderella smiled and said, “Yes, I understand!”
Cinderella had a wonderful time at the
ball until she heard the first stroke of midnight! She remembered what the
fairy had said, and without a word of goodbye she slipped from the Prince’s
arms and ran down the steps. As she ran she lost one of her slippers, but not
for a moment did she dream of stopping to pick it up! If the last stroke of
midnight were to sound… oh… what a disaster that would be! Out she fled and
vanished into the night.
The Prince, who was now madly in love with
her, picked up the slipper and said to his ministers, “Go and search everywhere
for the girl whose foot this slipper fits. I will never be content until I find
her!” So the ministers tried the slipper on the foot of every girl in the land
until only Cinderella was left.
Suddenly the fairy appeared and waved her
magic wand. In a flash, Cinderella appeared in a splendid dress, shining with
youth and beauty. Her stepmother and stepsisters gaped at her in amazement, and
the ministers said, “Come with us Cinderella! The Prince is waiting for
you.“ So Cinderella married the Prince and lived happily ever.
CINDERELLA
Pada suatu waktu,
hiduplah seorang gadis bernama Cinderella. Dia senang tinggal dengan ayah dan
ibu nya. Sampai ibunya meninggal dan ayahnya telah menikahi seorang janda
dengan dua anak perempuan. Ibu tiri nya tidak suka sedikitpun dengan nya. Tapi,
untuk gadis malang yang miskin, tidak ada sama sekali. Ibu tiri nya memiliki
dua anak perempuan dan mereka sangat berperilaku seperti boss. Tidak ada
istirahat dan tidak ada nyaman. Dia harus bekerja keras setiap hari. Hanya
ketika malam tiba dia diperbolehkan untuk duduk sementara waktu dekat
api,merasakan kehangatan. Itu sebabnya semua orang memanggilnya Cinderella dan
dia menjadi terkenal di kota mereka.
Cinderella menghabiskan waktunya
berjam-jam sendirian untuk berbicara dengan kucing. kucing itu berkata,
“meong”, yang berarti, “Semangat! Percayalah kamu memiliki sesuatu yang saudara
tiri mu tidak memilikinya dan itu adalah kecantikanmu. Cinderella berpakaian
compang-camping sementara saudara tiri nya tidak peduli dengannya. Betapa indah
dan elegan pakaian mereka.
Suatu hari, diadakan sayembara di istana.
Cinderella tidak berani bertanya apakah ia boleh pergi. Dia tahu benar apa
jawabannya :”Kamu? Kamu tetap tinggal di rumah untuk mencuci piring,
menggosok lantai dan membersihkan tempat tidur untuk saudara tiri mu.
Cinderella mengeluh, “Oh , aku sangat tidak bahagia!” Dan kucing itu bergumam
“meong.”
Tiba-tiba sesuatu yang menakjubkan
terjadi. Cinderella sedang duduk sendirian, ada ledakan cahaya dan peri muncul.
“Jangan takut, Cinderella,” kata peri.”Aku tahu kau akan senang pergi ke
sayembara. Dan kamu bisa pergi “!” Bagaimana bisa, dengan berpakaian
compang-camping? “Jawab Cinderella.
Peri itu tersenyum. Dengan tongkat sihir
Cinderella mendapati dirinya mengenakan gaun yang paling indah yang pernah
dilihatnya. “Sekarang latihlah dirimu,” kata peri; “! Seorang wanita sejati
tidak pernah akan pergi ke pesta sayembara jalan kaki Cepat!
Berikan saya labu” “Oh tentu saja,” kata Cinderella, bergegas pergi Lalu
peri beralih ke.kucing. “Kamu, bawa kan aku tujuh tikus, dan, ingat mereka
harus hidup!”
Cinderella segera kembali dengan labu dan
kucing dengan tujuh tikus yang ia tangkap di ruang bawah tanah. Dengan
tongkat sihir labu berubah menjadi kendaraan yang berkilauan dan keenam
tikus menjadi enam kuda putih, sedangkan tikus yang ketujuh berubah menjadi
kusir dengan mengenakan seragam dan membawa cambuk. Cinderella nyaris tidak
bisa percaya melihat dengan matanya sendiri.
“Kamu harus pergi ke pesta
sayembara Cinderella. Tapi ingat! Kamu harus meninggalkan pesta
itu di tengah malam. Saat itu adalah ketika mantra saya berakhir.
Kendaraan akan berubah kembali menjadi labu dan kuda-kuda akan menjadi
tikus lagi. Kamu akan berpakaian compang-camping dan memakai sandal ini
bukannya sepatu kaca! Apakah kamu mengerti? “Cinderella tersenyum dan
berkata,” Ya, saya mengerti! “
Cinderella menikmati waktu yang indah
di pesta sayembara sampai ia mendengar lonceng pertama tengah malam!
Dia ingat apa yang dikatakan peri, dan tanpa sepatah kata perpisahan dia
tergelincir dari tangan Pangeran dan berlari menuruni tangga. Ketika ia berlari
dia kehilangan salah satu sandal, tapi bukan untuk sesaat dia bermimpi berhenti
untuk mengambilnya! Jika lonceng terakhir tengah malam berbunyi … oh
… bencana apa yang akan terjadi! Dia melarikan diri dan menghilang ke dalam
malam.
Pangeran, yang sekarang jatuh cinta dengan
dia, mengambil sepatu itu dan berkata kepada menterinya, “Pergi dan cari di
mana pun gadis yang kaki nya cocok dengan sandal ini. Aku tidak
akan pernah puas sampai aku menemukan dia “Jadi, menteri mencoba sepatu pada
kaki setiap gadis sampai yang tersisa hanya Cinderella.
Tiba-tiba peri muncul dan melambaikan
tongkat sihirnya. Dalam sekejap, Cinderella muncul dengan gaun indah dan
bersinar. ibu tiri nya dan saudara tiri nya takjub, dan para menteri berkata,
“Ayo ikut dengan kami Cinderella! Pangeran telah menunggu Anda.
” Jadi Cinderella menikah dengan Pangeran dan hidup bahagia selamanya.